ILMUYAKIN & MATA HATI KEYAKINAN . Segala puji bagi Allah s.w.t.Semata dan Shalawat Serta Salam Semoga Senantiasa tercurahkan Kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Sallam Yang Tiada Nabi Setelahnya.
Dapatmelihat langsung tentang derajat yang diberikan oleh Allah kepada para pengikutnya, baik sahabat atau umat yang lain yang telah mempercayai kehadirannya dirinya. B. Keyakinan pada Alam Untuk proses pemahaman, para Nabi dan Rasul telah memanfaatkan alam sebagai salah satu sarana untuk mencapai ke puncak keyakinan, baik ilmu yakin, ainul
Ilmuladuni adalah ilmu yang di berikan langsung oleh Allah kepada hamba-Nya yang shalih, bertakwa dan selalu berusaha membersihk an hatinya dari nafsu dan sifat-sifa t tercela. Ilmu tersebut dapat di peroleh dengan tanpa usaha belajar baik dari seorang guru atau berijtihad memahami teks-teks al-Qur'an, Sunnah, atau kitab-kita b ulama. Meski ilmu laduni juga mungkin dapat di peroleh sebab
Syariat (Islam) adalah ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (Wahyu Tasyri'), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Tarekat berasal dari kata 'Thariqah' yang artinya 'jalan'. Jalan yang dimaksud di sini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang
Makasihyah udah nonton, abis nonton jangan lupa di-like, abis di-like lanjutin dengan di-Subscribe, hehehe. Tapi yang paling penting mah amalin apa yang sud
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya". (Q.S Al-Alaq: 1-5).
. Tingkatan tertinggi iman adalah hadirnya โyakinโ dalam diri seorang mukmin, sehingga ia benar-benar melihat janji Allah ada di depan matanya. Janji Allah itu benar adanya, hanya saja kabut yang menutup iman menjadi penghalang hadirnya yakin di hati. Yakin di dalam dada Khalilullah-Ibrahim- yang membuat iya nyaman manakala dicampakkan Namrud ke dalam api, bahwa Allah pasti kan selamatkannya. Yakin yang membuncah dalam dada Kalimullah-Musa- yang membuat ia tenang melihat jalan buntu di depan lautan, sementara Firaun dan bala tentaranya sudah terlihat dibelakang, bahwa Allah akan menyelamatkannya. Yakin Ibunda Hajar-Uminya Ismail- bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakannya, meski di tinggal di lembah gersang tak ada padanya kehidupan, yang membuat ia selamat dan menjadi orang pertama yang mendiami Tanah Haram yang padanya ada Baitullah. YAKIN DALAM BERINFAQ Sering seseorang berinfaq untuk agama Allah diuji keimanannya, apakah benar Allah kan menggantikan apa yang dia Infaq-kan di Jalan Allah..? Sementara hartanya sudah menipis bahkan habis, tetapi janji Allah tak kunjung muncul juga. Dalam kondisi kritis itulah โilmu tentang yakinโ kita kan teruji. Sebagaian kita ada yang akhirnya menghentikan infaq-nya karena kecewa dengan janji Allah yang tak terwujud -menurut sangkaannya- karena lemahnya iman dan tipisnya perasangka baik pada Allah. Kesalahan fatal hamba adalah, tatkala ia berinfaq, ia sedang mencoba Allah-subhanahu wa taโala- apakah benar atau tidak janji-Nya. Akhirnya Allah menghukumnya dengan kebalikan apa yang dia harap. ALLAH JANGAN DICOBA-COBA Adapun hamba yang full keimanannya, ia yakin Allah pasti kan menggantikan apa yang ia infaq-kan. Tidak ada keraguan walau sebiji sawi dalam hatinya akan janji Allah, karena itulah Allah mewujudkan apa yang dia yakini. Kawan.. Pertebal imanmu dalam berinfaq, dan tak usah mencoba-coba Allah, kelak kau akan kecewa. โโโ- Ditulis oleh, Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู Menebar Cahaya Sunnah
Orang-orang musyrik yang mencari Rasulullah telah sampai di goa Tsur. Tempat Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersama sahabat beliau Abu Bakar Radhiyallahu Anhu bersembunyi sebelum hijrah ke Madinah. Sekiranya mereka melongokkan wajah ke dalam goa, tentu Rasulullah akan kelihatan. Saat itulah Abu Bakar sangat cemas memikirkan keselamatan Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam. Namun dengan tenang Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda ู
ูุง ุธูููููู ุจูุงุซููููููู ุงูููููู ุซูุงููุซูููู
ูุง ุ ูุงู ุชูุญูุฒููู ุ ุฅูููู ุงูููููู ู
ูุนูููุง โBagaimana persangkaanmu dengan dua orang sedangkan yang ke tiganya adalah Allah, jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.โ Itulah keyakinan yang menghujam dalam jiwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam. Sehingga meskipun keadaan demikian genting, beliau tetap yakin dengan pertolongan Allah. Yakin merupakan pilar keimanan. Bahkan yakin inti keimanan. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, โKedudukan yakin dalam keimanan adalah seperti kedudukan ruh bagi jasad.โ Yakin termasuk pemberian yang paling berharga di dunia ini. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan sahabat Abu Bakar Radhiyallahu Anhu ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุ ุฅูููู ุงููุงุณ ููู
ู ููุนูุทูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุฎูููุฑูุง ู
ููู ุงููููููููู ุ ููุงููู
ูุนูุงููุงุฉู ุ ููุณููููููู
ูุง ุงูููู ุ ุนูุฒูู ููุฌูููู.ุฃุฎุฑุฌู ุฃุญู
ุฏ 1/838 โWahai manusia sesungguhnya manusia tidak diberi di dunia ini sesuatu yang lebih baik daripada yakin dan keselamatan. Maka mintalah kedua hal tersebut kepada Allah.โ HR. Ahmad, dhaif. Karakter Orang yang Memiliki Keyakinan Yakin dengan Perkara Ghaib Perkara ghoib yaitu yang tidak terindera, seperti kematian, siksa atau nikmat kubur, dan jannah serta neraka. Orang yang yakin sangat kuat keyakinannya dengan hal-hal ghaib ini sehingga mereka bersemangat untuk mengejar ridha Allah dan jannah-Nya. Allah berfirman artinya โKitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.โ Al Baqarah 1-4. Keyakinan yang kuat ini menjadikan Umair bin Hammam Radhiyallahu Anhu saat perang Badar tidak mau berlama-lama menikmati kurma perbekalannya. Saat Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam menyeru kepada para sahabatnya โBangkitlah menuju jannah yang seluas langit dan bumi.โ Umair bin Humam berkata, โYa Rasulallah, Jannah seluas langit dan bumi?โ Beliau menjawab, โYa.โ Umair Radhiyallahu Anhu berkata, โBakh.. bakh.โ Rasulullah bertanya, โApa yang membuatmu berkata bakh..bakh?โ Umair berkata, โTidak ya Rasulullah, kecuali saya berharap bisa menjadi penghuninya.โ Beliau Shallahu Alaihi Wasallam bersabda, โEngkau termasuk salah satu penghuninya.โ Maka Umair bin Humam Radhiyallahu Anhu pun mengeluarkan kormanya dan memakan sebagiannya. Kemudian beliau berkata, โJika harus memakan korma-korma ini tentu kehidupan yang terlalu lama.โ Kemudian beliau maju berperang sampai terbunuh, rahimahullah, semoga Allah merahmatinya. Diriwayatkan oleh Ahmad. Dan kisah kisah semisal begitu banyak dalam kehidupan salaf karena kuatnya keyakinan mereka dengan hal yang ghaib. Yakin dengan Rizki dari Allah Ahlu yakin adalah orang yang telah terpateri dalam dirinya bahwa rizki telah terbagi. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada istri beliau, Ummu Habibah Radhiyallahu Anha ููุฏู ุณูุฃูููุชู ุงูููููู ูุขุฌูุงูู ู
ูุถูุฑููุจูุฉู ููุฃููููุงู
ู ู
ูุนูุฏููุฏูุฉู ููุฃูุฑูุฒูุงูู ู
ูููุณููู
ูุฉู ูููู ููุนูุฌูููู ุดูููุฆูุง ููุจููู ุญูููููู ุฃููู ููุคูุฎููุฑู ุดูููุฆูุง ุนููู ุญูููููู โEngkau telah meminta kepada Allah jatah ajal yang telah ditentukan, hari hari usia yang telah dipastikan, dan rizki yang telah dibagikan. Semua itu tidak akan disegerakan sebelum datang masanya dan juga tidak akan diakhirkan setelah datang masanya.โ Shahih Muslim. Bagus sekali perkataan penyair sebagai bahan renungan ุชูููููููุชู ูููู ุฑูุฒูููู ุนูููู ุงูููู ุฎูุงููููู **** ููุฃูููููููุชู ุฃูููู ุงูููู ููุง ุดูููู ุฑูุงุฒูููู ููู
ูุง ูููููููู ู
ููู ุฑูุฒูููู ููููููุณู ููููููุชูููู **** ูููููู ููุงูู ููู ููุงุนู ุงูุจูุญูุงุฑู ุงูุนูููุงู
ููู ุณูููุฃูุชูู ุจููู ุงูููู ุงููุนูุธูููู
ู ุจูููุถููููู **** ูููููู ููู
ู ูููููู ู
ููููู ุงูููุณูุงูู ุจูููุงุทููู ูููููู ุฃูููู ุดูููุกู ุชูุฐูููุจู ุงูููููุณู ุญูุณูุฑูุฉ **** ููููุฏู ููุณููู
ู ุงูุฑููุญูู
ููู ุฑูุฒููู ุงููุฎูููุงุฆููู Saya bertawakkal kepada Penciptaku dalam masalah rizkiku Dan saya tidak ragu sedikitpun bahwa Allah lah yang akan memberi rizki kepadaku Apa yang menjadi jatah rizkiku tidak mungkin terlepas dariku Meskipun ia berada di kedalaman lautan Allah Yang Maha Agung dengan keutamaannya akan mendatangkannya untukku Meskipun sekiranya lisankutidak bisa berbicara Lalu mengapa jiwa harus merasa gelisah Padahal Ar Rahman telah membagi rizki seluruh makhluk. Yakin dengan Al Qurโan sebagai Panduan Kehidupan Allah berfirman ููุฌูุนูููููุง ู
ูููููู
ู ุฃูุฆูู
ููุฉู ููููุฏูููู ุจูุฃูู
ูุฑูููุง ููู
ููุง ุตูุจูุฑููุง ููููุงูููุง ุจูุขููุงุชูููุง ูููููููููู ุณูุฑุฉ ุงูุณุฌุฏุฉ 24 . โDan kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan urusan kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin dengan ayat ayat kami.โ As Sajdah 24. Orang beriman yang hatinya dipenuhi keimanan akan mensikapi Al Qurโan bukan sekedar untuk bacaan saja. Melainkan sebagai panduan kehidupan. Apapun urusannya rujukannya adalah kitabullah dan diperjelas dengan sunnah Rasulullah n. Terhadap perintah-perintah Allah mereka bagaikan prajurit mendengar perintah komandannya. Kata yang muncul adalah kami mendengar dan kami patuh. Mereka berusaha kuat untuk merealisasikan ayat dalam ranah kehidupan. Mereka benar-benar yakin dengan firman-Nya โKebenaran datangnya dari Rabbmu maka janganlah sekali kali kalian menjadi golongan orang yang ragu ragu.โ Al Baqarah 147. Yakin hanya Allah yang Dapat Memberi Manfaat dan Bahaya Keyakinan ini terbina dari taujih rabbani dan taujih Rasulullah, sehingga menancap dalam relung hati bahwa tidak ada yang bisa memberi manfaat dan bahaya kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah. Firman-Nya ููุฅููู ููู
ูุณูุณููู ุงูููููู ุจูุถูุฑูู ููููุง ููุงุดููู ูููู ุฅููููุง ูููู ููุฅููู ููุฑูุฏููู ุจูุฎูููุฑู ููููุง ุฑูุงุฏูู ููููุถููููู ููุตููุจู ุจููู ู
ููู ููุดูุงุกู ู
ููู ุนูุจูุงุฏููู ูููููู ุงููุบููููุฑู ุงูุฑููุญููู
ู ุณูุฑุฉ ูููุณ 107. โJika Allah menimpakan bahaya kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Allah menghendaki kebaikan padamu maka tidak ada yang bisa menghalangi karunia-Nya, yang akan menimpa kepada siapa saja dari hamba-Nya yang Dia kehendaki sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.โ Yunus107. Demikian pula Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ุงูุฃูู
ููุฉู ูููู ุงุฌูุชูู
ูุนูุชู ุนูููู ุฃููู ููููููุนูููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููููููุนูููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููููู ูููู ูููููู ุงุฌูุชูู
ูุนููุง ุนูููู ุฃููู ููุถูุฑููููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููุถูุฑููููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููููู ุนููููููู โKetahuilah bahwa sekiranya ummat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, tidak mungkin mereka mampu memberi manfaat kepadamu kecuali sesuai dengan apa yang ditakdirkan padamu. Dan sekiranya mereka berkumpul untuk memberikan bahaya kepadamu, maka mereka tidak mungkin bisa membahayakanmu kecuali sesuai dengan apa yang ditakdirkan untukmu.โ Sunan At Tirmidzi. Keyakinan yang kuat bahwa manfaat dan bahaya hanya terjadi atas takdir Allah, membuat seseorang menjadi tenang dalam kehidupannya. Ibnu Masโud Radhiyallahu Anhu berkata ุงูุฑููุถูุง ุฃููู ููุง ุชูุฑูุถููู ุงููููุงุณู ุจูุณูุฎูุทู ุงููููุ ููููุง ุชูุญูู
ูุฏู ุฃูุญูุฏูุง ุนูููู ุฑูุฒููู ุงููููุ ููููุง ุชูููู
ู ุฃูุญูุฏูุง ุนูููู ู
ูุง ููู
ู ููุคูุชููู ุงููููุ ููุฅูููู ุงูุฑููุฒููู ููุง ููุณูููููู ุญูุฑูุตู ุญูุฑููุตูุ ููููุง ููุฑูุฏูููู ููุฑูุงููููุฉู ููุงุฑูููุ ููุงูููู ุจูููุณูุทููู ููุนูููู
ููู ุฌูุนููู ุงูุฑููููุญู ููุงููููุฑูุญู ููู ุงููููููููู ููุงูุฑููุถูุงุ ููุฌูุนููู ุงููููู
ูู ููุงููุญูุฒููู ููู ุงูุดููููู ููุงูุณููุฎูุทู ุดุนุจ ุงูุฅูู
ุงู , ููุจูููู 1/384. โRidha yaitu engkau tidak mencari ridha manusia dengan mengundang kemurkaan Allah. Dan engkau tidak memuji seorangpun atas rizki pemberian Allah dan tidak mencela seorangpun atas sesuatu yang belum Allah berikan kepadamu. Sesungguhnya rizki itu tidak mesti Dia berikan kepada orang ingin sekali mendapatkannya. Dan tidak terhalang dari orang yang tidak menghendakinya. Allah dengan keadilan dan ilmunya menjadikan ketenangan dan kegembiraan pada sifat yakin dan ridha, dan menjadikan kegundahan dan kesedihan dalam keraguan dan kemarahan terhadap takdir.โ Syuโabul Iman, Al Baihaqi. Yakin dan Siap Menghadapi Hidup setelah Mati Mereka adalah orang yang relung hatinya dipenuhi keyakinan bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara. Bahwa mereka akan segera menuju kematian kemudian menghadapi alam barzakh dan alam akhirat. Semua amal di dunia akan dihisab Sang Pencipta. Keyakinan yang menguat inilah yang menjadikan arah hidup mereka di dunia jelas. Mereka sibuk beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah mati, bukan menghabiskan waktunya untuk meramaikan kemegahan dunia. Potensi kehidupan yang mereka miliki tidak segan-segan dikorbankan untuk Allah demi meraih ridha dan jannah-Nya. Contoh nyata efek keyakinan terhadap hari akhir adalah seperti yang terjadi pada para penyihir Firโaun yang telah bertaubat. Allah berfirman artinya Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata โKami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musaโ. Berkata Firโaun โApakah kamu telah beriman kepadanya Musa sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanyaโ. Mereka berkata โKami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata mukjizat, yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.โ Thaha 71-72. Orang-orang yang di dunia yakin inilah yang di akherat meraih keberuntungan. Firman-Nya artinya โAdapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata โAmbillah, bacalah kitabku iniโ. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai.โ Thaha19-21. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang orang yang yakin, sebagai bukti keimanan kita. Wallahu aโlam bish shawwab.
ILMU membawa kepada keyakinan. Keyakinan membawa kepada amal, amal membawa kepada keberuntungan. Ada tiga keyakinan ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin. Ilmul yaqin adalah keyakinan berdasarkan ilmu. Luqman mengajarkan himah kepada dirinya, kepada keluarganya, kepada jamaahnya, bahwa sedekah bisa begini dan sedekah bisa begitu. Lalu dia dan di antara yang diseur, bersedekah. BACA JUGA Alquran dan Ilmu Pengetahuan Ungkap tentang Daya Ingat Manusia Inilah salah satu bentuk ilmul yakin, yakni keyakinan berdasarkan ilmu. Dengan ilmunya dia lalu terdorong kuat untuk beramal. Dari ilmul yakin tersebut, kemudian ada satu dua yang merasakan manfaat sedekah. Inilah kiranya yang disebut ainul yaqin, keyakinan berdasarkan mata, berdasarkan pengalaman. Dan ada satu lagi, yaitu yang namanya haqqul yakin. Bulat, enggak perlu pengalaman mesti berhasil, mesti manfaat. Yakinโฆ ya yakin. BACA JUGA Ilmu Berpengaruh Besar dalam Membentengi Maksiat Melihat penjelasan awal di atas, nampaknya kehadiran ilmu, salah satu kepentingannya adalah supaya mendorong lahirnya amal. Malah dengan adanya ilmu, maka amal itu akan menjadi terus terpelihara. [] Sumber An Introduction to The Miracle Of Giving/Ust. Yusuf Mansur/Penerbit Zikrul Hakim tahun 2008
Saat ujian itulah terlihat seberapa jauh keyakinan kita kepada Allah. Orang yang kurang yakin, akan gagal dan ia pun berburuk sangka kepada Allah. Sedangkan orang yang yakin, ia dapat menghadapi ujian dengan kuat walaupun tidak mendapat jalan keluar dan pertolongan. karena ia yakinโฆ bahwa ketentuan Allah itulah yang terbaik.. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู. Menebar Cahaya Sunnah
Oleh ABDUL MUID BADRUNOLEH ABDUL MUID BADRUN Banyak di antara kita salah memahami ilmu yakin. Kita sering ragu akan janji Allah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Padahal firman Allah, "fainna ma'aal 'usri yusra. Inna ma'al 'usri yusra" itu diulang sampai dua kali. Bahkan ahli tafsir menyatakan, ketika ada satu kesulitan, maka akan ada dua kemudahan. Namun, mengapa kita sering tidak yakin bahwa selalu ada jalan keluar otomatis dari Allah atas setiap kesulitan dan masalah yang menimpa kita? Kita sering merasa tidak yakin atas setiap kesulitan yang dialami dan atas setiap masalah yang terjadi. Bahkan, atas setiap kekurangan rezeki. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Keraguan akan janji Allah itu begitu kuat sekali. Padahal, Allah menjamin rezeki semua mahkluknya, dari yang terbesar sampai terkecil QS Hud 6. Itu artinya apa? Kita masih ragu dan belum yakin pada janji-janji Allah dalam Alquran. Yakin kepada Alquran merupakan rukun iman. Dengan demikian tidak pantas jika kita meragukan janji Allah tentang rezeki di Alquran. Namun demikian, terkadang kita tidak tahu, hikmah di balik setiap peristiwa. Manusia lebih suka mengeluh, persis seperti diceritakan Alquran QS al-Baqarah 286; QS al-Ankabut 2. Diberi sakit, mengeluh, kehilangan uang mengeluh, bisnis rugi mengeluh, diberi kesusahan sedikit saja mengeluh, seolah lupa bahwa Allah Maha Teliti, Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pemberi, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Jadi tidak mungkin muncul peristiwa dan apapun yang diciptakan Allah tidak ada gunanya. Manusia hanya diminta bersyukur agar Allah menambah nikmat-Nya QS Ibrahim 7. Demikian pula, sebaik-baik doa, artinya termasuk saat kesusahan sekalipun adalah dengan mengucap โAlhamdulillah" segala puji hanya milik Allah. Kalaulah dibuka sedikit saja pintu hikmah, kita akan melihat setiap peristiwa yang terjadi pada kita adalah baik bagi kita sekali lagi baik bagi kita. Mari belajar dari kisah Nabi Musa. Ketika Nabi Musa dan rombongannya dikejar Firaun dan tentaranya, sehingga terjebak di pinggir lautan. Secara akal manusia, Nabi Musa dan rombongannya akan tertangkap Firaun. Rombongan Nabi Musa sudah ketakutan akan terbunuh oleh Firaun dan tentaranya. Namun, Nabi Musa yakin sekali lagi yakin bahwa Allah akan menolongnya. Barulah turun perintah untuk memukulkan tongkat Nabi Musa sehingga lautan berubah menjadi daratan, dan selamatlah Nabi Musa dan rombongan. Padahal itu hanya tongkat biasa, tapi karena Allah yang menurunkan perintah, maka apapun bisa terjadi. Kalau Allah mau, selalu saja ada jalan atas setiap masalah. Kun fayakun!. Pertanyaannya, sudahkah kita mendekat pada Allah? Sudahkah kita yakin pada Allah? Itu masalahnya. Dari sinilah, para ulama membagi ilmu yakin terdiri atas tiga tingkatan. Pertama, 'ilmu al-yakin contohnya bersama kesulitan ada kemudahan. Kedua, 'ain al-yakin contohnya setelah melihat sendiri adanya kemudahan baru yakin. Ketiga, haq al-yakin contohnya setelah merasakan langsung kemudahan itu baru yakin itu benar. Kita termasuk tingkatan yang mana? Wallahu aโlam.
ilmu yakin kepada allah