komunikasivertikal antara pimpinan dan bawahan yang berada di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah. Pimpinan berinteraksi memotifasi para stafnya dengan tujuan mempengarui positif yang sesuai tujuan organisasi yang bertugas sebagai pengawas isi siaran di indonesia. Dengan adanya kedekatan antara
KomunikasiVertikal 2013 Direktorat Pembinaaan SMK 29 KORESPONDENSI 1 Keterangan: 1. Komunikasi horizontal adalah hubungan antara sesama karyawan atau hubungan antara sesama pimpinan sederajat. 2. Komunikasi Vertikal adalah hubungan antara pimpinan dengan bawahan b.
Ketiga hubungan antara variabel komunikasi antarpribadi pimpinan-bawahan (variabel bebas) dan variabel kepuasan kerja (variabel bebas) dengan variabel kesetiaan kepada lembaga Ma‟had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Medan Sumatera Utara (variabel terikat) menunjukkan angka korelasi sebesar 0.510**. Arah hubungan kedua variabel ini adalah positif
Hasilpenelitian menunjukkan: Pertama, hubungan antara variabel komunikasi antarpribadi pimpinan-bawahan dengan variabel kesetiaan kepada lembaga Ma‟had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Medan Sumatera Utara tertera angka 0.336**. Hubungan kedua variabel adalah positif dan signifikan. Kedua, hubungan antara variabel kepuasan kerja dengan variabel
PengaruhPemanfaatan Tekhnologi Informasi dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kabupaten Enrekang. by Ahmad Mustanir. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Prosiding Konferensi Nasional Ke-7 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah 2018.
HubungAnAnTARA MoDel koMunIkASI DuA ARAH AnTARA ATASAn DAn bAwAHAn DengAn MoTIVASI keRJA pADA bInTARA DI polReSTA YogYAkARTA prastiwi dan Reny Yuniasanti Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta E-mail: spnselo@gmail.com, reny.yuniasanti@ Motivasi kerja yang tinggi seharusnya dimiliki oleh anggota kepolisian.
. Abstrac Human relation juga diartikan menjadi hubungan antar manusia. Tetapi, sifat hubungan sesama manusia disini tidak hanya berkomunikasi biasa seperti menyampaikan pesan dari orang lain ke orang lain. Dalam sebuah organisasi, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan atau mencapai suatu tujuan secara bersama-sama. Suatu organisasi akan dikatakan berjalan lancar jika memiliki komunikasi yang baik, sebaliknya suatu organisasi tidak akan berjalan lancar jika tidak memiliki komunikasi yang baik. Hal ini memiliki arti bahwa komunikasi memiliki peran penting di dalam sebuah organisasi. Informasi akan memiliki kesan yang sangat penting untuk sebuah komunikasi yang efektif. Jika komunikasi tidak ada koordinasi dan tanpa koordinasi akan terjadi tumpang tindih pekerjaan, kesimpangsiuran informasi, dan kesalahpahaman dalam memaknai dan melaksanakan tugas-tugas keorganisasian. Oleh karena itu seorang pemimpin organisasi harus mempunyai kecerdasan dan kemampuan dalam berkomunikasi yang lebih baik dibandingkan dengan anggotanya. Human relation juga sangat berperan penting di dalam sebuah organisasi. Karena dengan human relation pada komunikasi organisasi maka menjadi cara untuk membangun suasana yang lebih dekat dengan individu yang lain atau kelompok untuk mencapai sebuah tujuan organisasi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free HUMAN RELATION DALAM KOMUNIKASI ORGANISASIDwi Dian Puspitawati Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, ProgramStudi Manajemen Haji dan Umrah, Jl. Prof. Dr. Hamka Km 2 Kampus 3 Universitas IslamNegeri Walisongo Semarang, Indonesia, Jawa Tengah, IndonesiaAbstracHuman relation juga diartikan menjadi hubungan antar manusia. Tetapi, sifat hubungansesama manusia disini tidak hanya berkomunikasi biasa seperti menyampaikan pesan dariorang lain ke orang lain. Dalam sebuah organisasi, komunikasi memiliki peran yang sangatpenting dalam menjalankan atau mencapai suatu tujuan secara bersama-sama. Suatuorganisasi akan dikatakan berjalan lancar jika memiliki komunikasi yang baik, sebaliknyasuatu organisasi tidak akan berjalan lancar jika tidak memiliki komunikasi yang baik. Hal inimemiliki arti bahwa komunikasi memiliki peran penting di dalam sebuah akan memiliki kesan yang sangat penting untuk sebuah komunikasi yang komunikasi tidak ada koordinasi dan tanpa koordinasi akan terjadi tumpang tindihpekerjaan, kesimpangsiuran informasi, dan kesalahpahaman dalam memaknai danmelaksanakan tugas-tugas keorganisasian. Oleh karena itu seorang pemimpin organisasiharus mempunyai kecerdasan dan kemampuan dalam berkomunikasi yang lebih baikdibandingkan dengan anggotanya. Human relation juga sangat berperan penting di dalamsebuah organisasi. Karena dengan human relation pada komunikasi organisasi maka menjadicara untuk membangun suasana yang lebih dekat dengan individu yang lain atau kelompokuntuk mencapai sebuah tujuan kunci Human, relation, komunikasi, organisasi, vertikal, formal, horizontal PENDAHULUANHuman Relation merupakan interaksi yang terjadi antara orang satu dengan orang lain atausekelompok orang baik di dalam organisasi maupun di masyarakat yang berlangsung secaramanusiawi. Human relation dalam organisasi merupakan sebuah sistem yang melibatkanbeberapa orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapaitujuan tersebut secara maksimal harus ada dukungan tata kerja dan interaksi secaraharmonis dan manusiawi sebagai suatu kesatuan dari elemen-elemen yang adalah makhluk sosial artinya bahwa setiap manusia saling membutuhkan manusialain. Dengan kata lain bahwa manusia tidak akan bisa hidup tanda ada bantuan dari oranglain. Manusia dikatakan makhluk sosial karena setiap manusia memiliki karakter, sifat, latarbelakang yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan manusia yang tanpa ada bantuan dari orang lain maka tidak dapat bersosialisasi. Selain itu kitasebagai manusia tentunya akan berinteraksi dengan orang lain sehingga kita dapatberkomunikasi, dapat bertukar informasi dengan orang lain, menyampaikan pendapatnyadengan bebas kepada orang lain. Dalam kehidupan masyarakat, manusia akan mengikuti sebuah organisasi. Namun tidaksemua manusia akan mengikuti organisasi yang tentunya memiliki alasan-alasan bisa karena kurang menyukai kegiatan organisasi, atau lainnya. Karena padadasarnya manusia memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda dan tidak bisa manusia mengikuti sebuah organisasi maka komunikasi menjadi hal yang sangatpenting di dalam organisasi. Tanpa adanya komunikasi di dalam organisasi maka segala haltidak akan berjalan dengan baik. Organisasi adalah sebuah kelompok individu yang diorganisasi untuk mencapai tujuantertentu. Organisasi memiliki struktur formal maupun informal. Dalam berorganisasi tentunyamemiliki tujuan yang sama, struktur, dan proses untuk membentuk kegiatan dan yangmelaksanakan mempunyai peran yang berbeda-beda antara satu orang ke orang lain. Dalamkomunikasi unsur terpentingnya yaitu adanya komunikasi dua arah two way communicationdengan melalui kesamaan saat mendengarkan pesan yang disampaikan dan kepekaan dalammengintrepretasikan setiap kegagalan dalam berkomunikasi, mengevaluasi sertamempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa berubah sifat, pendekatan dalamsetiap kebijakasnaan yang dilakukan. Menurut Londa, Komunikasi adalah prosespenyampaian pesan, informasi, gagasan, dari seseorang kepada orang lain dan mendapatkan feedback atau umpan balik. Sehingga komunikasi organisasi merupakan proses penyampaianpesan, informasi, gagasan yang ada di organisasi dan proses penerimaan pesan di dalamkelompok suatu RELATIONHuman Relation merupakan interaksi yang terjadi antara orang satu dengan orang lain atausekelompok orang baik di dalam organisasi maupun di masyarakat yang berlangsung secaramanusiawi Zuchairini, 2008 . Menurut Effendy, 1993 human relation bukan human dalamarti wujud manusia tetapi makna di dalam proses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaanberdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, yang terdapat pada diri manusia. Humanrelation juga di definisikan Human relationis the study of group behavior for the purpose ofimproving interpersonal relationships, as among employees. Hal ini human relationmengamati tingkah laku kelompok dengan tujuan meningkatkan hubungan antarpribadi diantara pelaku organisasi Rizki, 2015. Artinya bahwa perilaku individu di dalam hubunganantarpribadi saling berkaitan dengan perilaku organisasi kelompok. Human relation jugadiartikan menjadi hubungan antar manusia. Tetapi, sifat hubungan sesama manusia disinitidak hanya berkomunikasi biasa seperti menyampaikan pesan dari orang lain ke orang hubungan yang dimaskud dalam hal ini yaitu hubungan antara orang-orang yangberkomunikasi dimana mengandung unsur kejiwaaan yang mendalam. Hubungan manusiawidiucapkan sebagai suatu komunikasi karena sifatnya yang orientasi pada perilaku actionoriented, dimana hal ini mengandung kegiatan untuk mengubah sikap, pendapat, atauperilaku seseorang Fitria, 2018. Sehingga disimpulkan bahwa human relation dalamkomunikasi organisasi yaitu salah satu cara untuk membangun suasana yang lebih dekatdengan individu yang lain atau kelompok untuk mencapai sebuah tujuan organisasi. KOMUNIKASI ORGANISASIKomunikasi merupakan kegiatan dalam menyampaikan berita, informasi, yang memiliki artidari satu orang atau pihak kepada pihak lain dalam usaha untuk mendapatkan salingpengertian Wursanto, 2001. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan, informasi,gagasan, dari seseorang kepada orang lain dan mendapatkan feedback atau umpan balikLonda, 2013. Menurut Shimp & DeLozier, 1986 bahwa komunikasi merupakan prosesdalam menciptakan kesamaan pemikiran antara yang memberikan tanda dengan yangmenerima tanda. Singkatnya pada pengertian tersebut yaitu suatu proses berkomunikasi yang memiliki tujuan dengan terciptanya suatu persamaan pemikiran atau pendapat dalam interaksiyang terjadi. Organisasi merupakan suatu stystem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan salingmenukar informasi diantara anggotanya. Dilihat dari gejalanya yaitu menciptakan danmenukar informasi akan terus menerus berjalan dan tidak ada berhentinya, maka disebutsebagai suatu proses Yuliana, 2012. Organisasi memiliki pengertian yaitu sebagai suatu unitsosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yangberfungsi atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan atauserangkaian tujuan bersama Furqon, 2005. Dalam berorganisasi tentunya memiliki tujuanyang sama, struktur, dan proses untuk membentuk kegiatan dan yang melaksanakanmempunyai peran yang berbeda-beda antara satu orang ke orang organisasi merupakan proses penyampaian pesan, informasi, gagasan yang adadi organisasi dan proses penerimaan pesan di dalam kelompok suatu organisasi. MenurutGoldhaber dikutip dari Sugiarto et al., 2018 komunikasi organisasi merupakan“Communication is essential to an organization. Information is vital to effectivecommunication. Persons who control information control power.” Hal ini memiliki artibahwa komunikasi memiliki peran penting di dalam sebuah organisasi. Informasi akanmemiliki kesan yang sangat penting untuk sebuah komunikasi yang efektif. Orang yangmengontrol informasi akan mengontrol kekuasaan. Komunikasi organisasi memiliki tujuanyaitu untuk membentuk saling pengertian antara anggota organisasi Dani, 2016. Suatuorganisasi akan dikatakan berjalan lancar jika memiliki komunikasi yang baik, sebaliknyasuatu organisasi tidak akan berjalan lancar jika tidak memiliki komunikasi yang FORMAL DAN INFORMALKomunikasi formal, menurut Mulyana 2005 dikutip dari Sulaiman, 2013 merupakankomunikasi yang berdasarkan struktur organisasinya seperti komunikasi keatas dankomunikasi kebawah dan komunikasi horizontal. Komunikasi formal menurut Baker andGaut 2002 dikutip dari Saleh et al., 2018 yaitu struktur komunikasi formal ini berfungsimelalui peraturan, undang-undang, prosedur dan dicirikan oleh saluran komunikasi yanglebih formal. Komunikasi juga bertindak sebagai medium pengaliran maklumat, data,pendapat, idea dan pandangan ahli-ahlinya. Contoh komunikasi formal yaitu komunikasi dilingkungan akademik, atau disebut dengan komunikasi dinas, komunikasi resmi, atau komunikasi akademik baik menggunkana bahasa lisan atau bahasa tulis Sudarwati &Prasaja, 2015. Komunikasi informal merupakan bentuk komunikasi yang memiliki efek ganda, bisamembantu dan juga bisa tidak membantu organisasi dalam mencapai tujuan yang diingkanbersama Azizah & Fauzany, 2021. Pesan dalam komunikasi informal tidak adahubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan sehingga alur komunikasinya tidak ditentukandalam struktur organisasi dan dalam pembagian tugas dan dapat terjadi dimana saja, kapansaja, dan siapa saja. KOMUNIKASI VERTIKAL DAN HORIZONTALKomunikasi vertikal merupakan komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas ataukomunikasi dari pimpinan organisasi ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan organisasisecara timbal balik Sembiring, 2005 . Komunikasi vertikal ini biasanya digunakan dalamtipe komunikasi kehidupan beroganisasi untuk mencapai tujuan pada organisasi tersebut. Komunikasi dari atas ke bawah adalah saluran komunikasi dari tingkat atas ke tingkat bawahmelalui tingkatan organisasi Murniarti, 2019. Komunikasi ini merupakan komunikasi daripimpinan ke bawahan atau karyawan. Bentuk komunikasi dari komunikasi ini berupaprosedur, organisasi, instruksi bagaimana melakukan tugasm umpan balik terhadap bawahan,,tujuan organisasi dan lain-lainnya Murniarti, 2019. Kelemahan komunikasi dari atas kebawah yaitu ketidakakuratan atau tidak tepatnya suatu informasi karena informasi harusmelewati berbagai tingakatan. Artinya pesan yang disampaikan dengan suatu bahasa yangtepat untuk suatu tingkat, tetapi tidak tepat, untuk tingkat paling bawah yang menjadi sasarandari informasi tersebut. Fungsi komunikasi dari atas kebawahan meliputi pengarahan,perintah, indoktrinasi, memberikan inspirasi dan evaluasi Widiarto, 2018. Komunikasi dari bawah ke atas adalah informasi mengalir dari jabatan berotoritas yang lebihtinggi atau pimpinan kepada jabatan yang berotoritas lebih rendah Susanto, 2013.Komunikasi ini bertujuan untuk merubah sikap, membentuk suatu pendapat, mengurangiketakutan, dan kecurigaan yang timbul dikarenakan salah informasi, dan mempersiapkananggota organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Komunikasi dari bawah keatas untuk menyadarkan pimpinan bagaimana perasaan bawahan atau karyawan ataspekerjaan mereka, teman kerja, dan organisasi secara umum Napitupulu, 2019. Komunikasi horizontal Swandhana, 2017 merupakan aliran komunikasi yang menunjukkanpertukaran infomasi ke samping, yaitu dengan mengalir sesuai dengan prinsip fungsionaldiantara orang-orang yang sama didalam suatu organisasi. Komunikasi ini bertujuan untukkoordinasi tugas, melakukan pemecahan masalah, berbagi informasi, dan resolusi konflik. KESIMPULAN Human relation juga diartikan menjadi hubungan antar manusia. Tetapi, sifat hubungansesama manusia disini tidak hanya berkomunikasi biasa seperti menyampaikan pesan dariorang lain ke orang lain. Namun hubungan yang dimaskud dalam hal ini yaitu hubunganantara orang-orang yang berkomunikasi dimana mengandung unsur kejiwaaan yangmendalam. Dalam berorganisasi tentunya harus terjalin komunikasi dengan anggota-anggotayang lain dengan tujuan untuk mencapai keinginan bersama. Komunikasi organisasi yaituproses penyampaian pesan, informasi, gagasan yang ada di organisasi dan proses penerimaanpesan di dalam kelompok suatu organisasi. Suatu organisasi akan dikatakan berjalan lancarjika memiliki komunikasi yang baik, sebaliknya suatu organisasi tidak akan berjalan lancarjika tidak memiliki komunikasi yang baik. Di dalam komunikasi organsasi terdapatkomunikasi informal dan formal, serta komunikasi vertikal dan komunikasi vertikal merupakan komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas ataukomunikasi dari pimpinan organisasi ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan organisasisecara timbal balik Human relation dalam komunikasi organisasi yaitu salah satu cara untukmembangun suasana yang lebih dekat dengan individu yang lain atau kelompok untukmencapai sebuah tujuan organisasi. DAFTAR PUSTAKA Azizah, N., & Fauzany, R. 2021. HUBUNGAN KOMUNIKASI INFORMAL DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI JAWABARAT. JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA, 502.Dani, A. K. 2016. Hubungan Komunikasi Organisasi dan Komitmen Organisasi dengan Manajemen Konflik pada Guru di Sekolah Islam Bunga Bangsa Samarinda. Jurnal IlmuKomunikasi Universitas Mulawarman, 42.Effendy, O. U. 1993. Human relations dan public relations. Mandar R. 2018. Human Relation Dalam Menciptakan Keberhasilan Kinerja yang Efisien. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 132, 35– C. 2005. Hakikat komunikasi organisasi. Program Studi Management Universitas Pendidikan B. N. 2013. Efektivitas Komunikasi Antar Pribadi dalam Meningkatkan KesuksesanSparkle Organizer. ACTA DIURNA KOMUNIKASI, 31.Murniarti, E. 2019. ORGANISASI FORMAL, ALIRAN KOMUNIKASI FORMAL DALAM ORGANISASI, ORGANISASI INFORMAL, DAN PERAN KOMUNIKASI INFORMAL. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia D. S. 2019. Komunikasi organisasi pendidikan islam. At-Ta’dib Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 127– J. W. S. 2015. Urgensi human relation bagi organisasi. Studi Multidisipliner Jurnal Kajian Keislaman, 21, 130– N., Tengah, A., & Saidpudin, W. 2018. Penggunaan Whatsapp Sebagai Alat Komunikasi Formal dalam Organisasi Satu Tinjauan Awal. Proceeding of the 5th International Conference on Management and S. 2005. Komunikasi formal dan pengambilan keputusan. Pengantar Manajemen Organisasi, 14, 1– T. A., & DeLozier, M. W. 1986. Promotion management and marketing communications. Dryden Press. Sudarwati, S., & Prasaja, Y. B. A. 2015. KALIMAT EFEKTIF DALAM KOMUNIKASI FORMAL. PARAFRASE Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 1501.Sugiarto, A., Priyowidodo, G., & Indrayani, I. I. 2018. Iklim komunikasi organisasi di PT. Starindo Anugerah Abadi Surabaya. Jurnal E-Komunikasi, 62.Sulaiman, A. I. 2013. Model komunikasi formal dan informal dalam proses kegiatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Penelitian Komunikasi, 162, 173– D. S. 2013. Downward Communication di PT. Commonwealth Life Cabang Surabaya. Jurnal E-Komunikasi, 12.Swandhana, H. 2017. Peranan Komunikasi Horizontal Dalam Peningkatan Kinerja Pada Prime Sauce. PERFORMA Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis, 22, 228– D. S. 2018. Pola Komunikasi Organisasi Komunikasi Vertikal Pada Cv. Kios Cetak Utama Surabaya. Metacommunication, 31, 1– I. 2001. Ilmu komunikasi teori dan praktek. Yogyakarta R. 2012. Peran komunikasi dalam organisasi. Jurnal STIE Semarang, 4, A. 2008. Human Relation Dalam Perspektif Islam. HUNAFA Jurnal Studia Islamika, 52, 189–200. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Abstract Gaya Komunikasi Pemimpin dan Motivasi Kinerja menjadi penting peranannya dalam meningkatkan Kinerja Pegawai, namun fakta menunjukkan perbedaan yaitu terjadi ketimpangan dari ketiganya, sehingga semuanya menjadi tidak jelas. Jenis penelitian terpilih metode kualitatif, dengan jenis data primer data utama dan didukung data sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi peneliti, interview guide, recorder, kamera dan field note. Teknik dalam menentukan informan menggunakan snowball sampling. Analisa data digunakan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik triangulasi digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian gaya komunikasi pemimpin berbentuk The Controlling style, ditandai dengan adanya maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pemikiran dan tanggapan orang lain, dikenal sebagai komunikasi satu dan pada umumnya dalam bentuk kritik. Sedangkan motivasi kerja pegawai kurang baik. Faktor pendukung meliputi motivasi kerja yang lahir dari internal pegawai, tingkat pendidikan dan pengalaman pegawai, komunikasi antar pegawai yang berjalan dengan baik, lingkungan kerja yang nyaman, sarana dan pra-sarana yang memadai dan tingginya partisipasi dari masyarakat. Faktor penghambat ialah gaya komunikasi pemimpin yang kurang efektif dan adanya gap antara lurah dan pegawai. Maka menimbulkan dampak ; koordinasi antara pimpinan dan bawahan tidak berlangsung dengan baik, hubungan antara pimpinan dan bawahan menjadi kurang harmonis. Kata Kunci Gaya Komunikasi Pemimpin, Motivasi Kerja
Jakarta, NU Online Hubungan komunikasi dalam pekerjaan antara atasan dan bawahan tidak dapat dihindarkan. Penggunaan komunikasi yang baik akan menjadikan hubungan yang baik pula. Untuk itu, NU Online telah menghimpun cara membangun komunikasi yang baik antara atasan bos dengan bawahan staf. Pada artikel yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area menyebutkan cara pertama yaitu mengembangkan keterampilan mendengarkan yang baik. Ini terutama ketika berkomunikasi dengan bawahan atau rekan kerja. “Anda harus dapat mendengarkan apa yang mereka katakan dan membuat mereka memahami hal-hal yang ingin Anda sampaikan. Tentu saja, Anda juga harus dapat memahami apa yang mereka coba katakan, sehingga Anda dapat membuat mereka mengerti dengan cara yang lebih baik,” tulis artikel itu. Kedua, perjelas semuanya. Hal ini perlu dilakukan jika ingin berkomunikasi dengan staf, sehingga jangan pernah meninggalkan hal-hal yang tidak jelas. Jadilah spesifik tentang hal-hal yang ingin disampaikan. “Jika Anda tidak tahu persis apa yang mereka maksud dengan memanggil seorang karyawan, misalnya, cukup beri tahu mereka arti sebenarnya dari kata-kata itu. Mereka akan tahu apa yang anda ingin mereka ketahui karena mereka memahami arti kata-kata yang anda gunakan,” jelasnya. Ketiga, hindari percakapan yang sulit dipahami. Saat berkomunikasi dengan staf, pastikan sudah menjelaskan dengan baik dan terbuka. Misalnya, ketika Anda memberikan instruksi kepada karyawan, selalu gunakan istilah yang pasti, daripada menggunakan kata-kata seperti selalu’ atau tidak pernah’. “Orang yang tidak memahami sesuatu dengan baik cenderung sulit memahaminya. Jadi, penting bagi Anda untuk menjaga komunikasi antara atasan dan staf tetap sederhana,” tulis artikel tersebut. Keempat, hendaknya mengetahui bagaimana mengajukan pertanyaan. Saat berbicara dengan karyawan pastikan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada mereka. “Anda tidak perlu melontarkan banyak pertanyaan kepada mereka, yang paling penting adalah mengajukan pertanyaan yang akan membantu mereka memahami arahan yang anda coba berikan kepada mereka,” terangnya. Portal resmi Kementerian Keuangan juga menyebutkan bahwa seorang pemimpin harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya dan memahami cara mengambil kebijakan-kebijakan terhadap bawahannya. “Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Kedua hal tersebut merupakan modal utama kemajuan organisasi yang dipimpinnya,” tulisnya. Kontributor Afina Izzati Editor Musthofa Asrori
hubungan antara pimpinan dan bawahan disebut komunikasi